
Salah satu kemampuan yang mutlak dimiliki seorang guru dan tenaga pendidik di sebuah lembaga pendidikan adalah kemampuan berkomunikasi. Kemampuan ini meliputi kemampuan komunikasi tulis maupun verbal. Sarana komunikasi yakni bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi pun juga beragam. Mulai dari bahasa daerah, bahasa nasional, maupun bahasa internasional. Mengingat pentingnya kemampuan komunikasi verbal terlebih menggunakan bahasa internasional, guru dan karyawan SMA Islam Sultan Agung 1 mendapat pelatihan bahasa Inggris.
Pelatihan bahasa Inggris ini dimentori oleh para guru bahasa Inggris SMA Islam Sultan Agung 1. Para metor tersebut antara lain Abdul Muis, S.Pd.,M.M, Jamal, S.Pd., M.Si., Salimatin Mufidah, M.Pd., Muharrom Safii, S.Pd. dan Julian Silvy, S.Pd. Terbagi dalam lima kelompok belajar, para guru dan karyawan terlihat antusias. Para mentor mengajarkan belajar bahasa Inggris melalui percakapan. Belajar bahasa Inggris dapat dimulai dengan mempelajari kosakata dasar, struktur kalimat sederhana, dan berlatih mengucapkan kata-kata dengan benar. Harapannya materi yang diajarkan dapat dipraktikkan dalam berkomunikasi dengan siswa, guru, karyawan, maupun tamu.

Pelatihan bahasa Inggris kepada guru dan karyawan akan diberikan sebanyak delapan kali pertemuan. Tiap pertemuan mentor mengajak peserta untuk aktif berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Materi pertama yang diajarkan adalah greeting (sapaan). “Paling tidak guru mampu menyapa siswa di kelas dengan bahasa Inggris. Karena pada dasarnya komunikasi adalah kesepahaman antara penutur dan mitra tutur. Meskipun kadang kalimat yang kita ucapkan salah secara grammar.” pesan salah satu mentor, Abdul Muis.
Kunci dari keberhasilan pelatihan bahasa Inggris ini adalah praktik aktif. Semua yang diajarkan mentor dipraktikkan dalam berkomunikasi di sekolah baik dengan siswa, guru, karyawan, maupun tamu. SMA Islam Sultan Agung 1 diharapkan mampu menjadi sekolah berstandar internasional dengan menerapkan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. Kemampuan yang tak hanya dimiliki oleh para siswa namun juga guru dan karyawannya. Practice makes perfect. (LR)

Beri Komentar