
Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung di bawah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mengadakan pelatihan peningkatan profesionalitas guru dan karyawan unit YMBWSA pada Senin – Jumat, 8 – 12 Juli 2024. Dengan mengusung semangat baru dibawah komando Dr. Turahmat, S.H.,S.Pd.,M.Pd. Bapak/Ibu guru dan karyawan dilatih dan ditingkatkan profesionalitasnya. Pelatihan dibagi menjadi tiga bagian yakni TK dan SD, SMP dan SMA, serta karyawan dan staf. Bertempat di aula fakultas ekonomi UNISSULA, peserta pelatihan dilatih oleh para mentor. Berbeda dengan pelatihan tahun sebelumnya, mentor tahun ini berasal dari para guru penggerak dari unit-unit Dikdasmen.
Hari Pertama
Pelaksanaan hari pertama bagi unit SMP dan SMA dilaksanakan Rabu, 10 Juli 2024. Adapun peserta pada hari pertama berasal dari unit SMP 1, SMP 4, SMA 1, dan SMA 3. Dibuka secara langsung oleh Ketua Bidang Dikdasmen, Dr. Turahmat, S.H .,S.Pd.,M.Pd. tepat pada pukul 08.00. “Komitmen kita jelas, akan kita jadikan unit-unit sekolah menjadi sekolah tujuan utama, bukan lagi pilihan kedua, ketiga. Bapak/Ibu guru harus berani mengubah mainset menjadi guru hebat untuk menghasilkan lulusan-lulusan hebat.” tegas beliau saat sambutan.
Lepas pembukaan, pelatihan diambil alih oleh para mentor. Peserta diberikan dua materi pada hari itu yakni materi Perubahan Pola Pikir dan Cara Mengajar yang Efektif. Berlaku sebagai pemateri pertama adalah Fitriyah, M.Pd. Bu Fitriyah merupakan guru penggerak dari unit SMA 1. Beliau mengajarkan cara mengubah pola pikir seorang pendidik dan pengajar. “Kita harus mengubah pola pikir seorang guru. Guru bukan hanya sebagai pengajar tetapi juga pendidik yang artinya wajib menanamkan nilai-nilai karakter baik pada siswa.” salah satu kalimat yang beliau tekankan.
Di sela-sela materi, tak lupa para pemateri dan mentor memberikan ice breaking dan games yang menarik. Peserta pelatihan menjadi lebih semangat dalam mengikuti pelatihan. Materi kedua disampakan dengan baik oleh Bapak Ah Solihul Hadi, M.PdI. Beliau merupakan guru penggerak dari unit SMP 4. Beliau menyampaikan materi Cara Mengajar yang Efektif. “Keefektifan dalam mengajar terletak pada kepercayaan seorang guru bahwa siswa adalah pribadi yang unik dan hebat. Kepercayaan siswa bisa mengembangkan potensi-potensinya. Tugas kita memfasilitasi dan melayani keperluan belajar mereka.” tegas beliau.
Hari Kedua
Pelatihan hari kedua dimulai lebih awal yakni pukul 07.00. Pelatihan di hari ini akan diisi oleh parktik dan aksi nyata dari peserta. Sebelumnya Bapak Solihul Hadi memberikan tugas kelompak menyiapkan microtheaching. Undian kelompok pun dilakukan, akan ada kelompok yang praktik dan ada kelompok yang menilai. Ada lima kelompok yang menampilkan microtheaching. “Luar bisa Bapak/Ibu yang tampil sudah mempraktikkan diferensiasi dalam praktik mengajar. Bapak/Ibu sudah menerapkan tentang diferensiasi konten, proses, maupun produk.” puji Solihul Hadi dengan gembira.
Materi selanjutnya tentang Studi Kasus. Materi ini disampaikan oleh Ibu Fitriyah, M.Pd. Beliau menyampaikan tentang disiplin positif, segitiga restitusi, dan refleksi. Dalam praktiknya seorang guru dihadapkan pada kasus-kasus. Baik yang bersumber dari siswa maupun yang lainnya. Masalah-masalah ini yang coba dijelaskan dan dicari solusinya oleh Bu Fitriyah. “Kasus-kasus di kelas bisa kita selelsaikan salah satunya dengan segitiga restitusi. Tig acara menyelesaikan masalah di sekolah yakni dengan validasi kebutuhan, menanyakan keyakinan, dan menstabilkan identitas. Bapak/Ibu bisa mengombinasikan dengan cara lain yang penting siswa merasa aman ketika diberikan keyakinan.” ungkap Bu Fitriyah.
Sesi terakhir diisi oleh materi Komunitas Belajar oleh Bapak Ah Solihul Hadi, M.PdI. Komunitas belajar merupakan komunitas terkecil dalam satuan belajar. Artinya guru-guru seharusnya mempunyai komunitas belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam pengajaran. Tuntutan-tuntutan kurikulum akan terus berubah. Bapak/Ibu guru wajib mengikuti perubahan-perubahan tersebut. Jangan sampai kita tertinggal informasi tentang apa yang menjadi tugas kita sebagai pendidik.” tegas beliau.
Hari Ketiga
Pelatihan hari ketiga ini merupakan puncak kegiatan. Pemateri di hari ketiga ini berasal dari para pengurus YBWSA. Adapun materi yang diberikan antara lain:
Dikotomi Wakaf dan Nonwakaf dalam Manajemen Sekolah modern oleh Kabid Wakaf, Dakwah, dan Pesantren, Sukijan Athoillah, S.Pd.I.,M.Pd.
Close Loop System di Lingkungan YBWSA oleh Kabid Pengembangan Usaha YBWSA, Sigid Purnomo, S.H.
Kekuatan Finansial sebagai Upaya Kemandirian Sekolah oleh Bendahara Pengurus YBWSA, Sapto Hartono, S.E., M.M.
Loyalitas Kerja bagi Guru dan Karyawan Unit Sekolah YBWSA oleh Sekertaris Pengurus YBWSA, Dr. Muhammad Ja’Far Shodiq, M.Si.,Ak.CA.
Loyalitas Kerja bagi Guru dan Karyawan Unit Sekolah YBWSA oleh Ketua Umum Pengurus YBWSA, Dr. Bambang Tri Bawono, S.H.,M.H.
Pelatihan peningkatan profesionalitas guru dan karyawan unit YBWSA diharapan memberikan kesadaran penuh dalam tugas di sekolah. “Berikan kemampuan terbaik Bapak/Ibu. Berikan pelayanan prima bagi siswa dan orang tua. Kita yakin akan bisa menjadi sekolah pilihan utama lingkup nasional.” (LR)

Beri Komentar