Ketika berkomunikasi baik itu lisan atau tulis, pengguna bahasa harus mampu memilih kata atau kalimat. Tujuannya tentunya agar tidak terjadi salah paham. Pemilihan kata atau kalimat berkaitan dengan penggunaan majas atau gaya bahasa. Perhatikan kalimat berikut:
. . . . Dengan terbata-bata Dinda berkata, “Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Anak-anak itu telah menganiaya beberapa anak-anak kucing liar!” . . .
Kalimat di atas merupakan bagian dari kutipan pernyataan di sebuah artikel. Kalimat itu terkesan biasa. Namun bila diperhatikan ada pemilihan kata yang apabila dianalisis terkesan berlebihan.
*Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri – – – -> melihat tentunya dengan mata kepala sendiri. Bukan mata orang lain.
*. . . beberapa anak-anak kucing liar – – – ->beberapa anak kucing liar atau anak-anak kucing liar.
Penggunaan kalimat seperti di atas, tak lepas dari pemahaman kita tentang majas atau gaya bahasa.
Penggunaan Majas dan Manfaatnya
Disadari atau tidak, sebenarnya kita sering menggunakan majas atau gaya bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa manfaat penggunaan majas diantaranya untuk memberikan kesan lebih hidup dalam berkomunikasi, memberi penguatan ekspresi dalam berkomunikasi, dan memberikan kesan sopan dalam berkomunikasi.
Untuk lebih jelasnya akan disampaikan beberapa manfaat penggunaan majas dalam berkomunikasi :
- Memberikan kesan lebih hidup dalam bertuturkata. Majas yang biasanya digunakan misalnya majas hiperbola, majas pleonasme, atau majas eufemisme.
- Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menggunakan kata yang berlebihan. Contoh Saya akan tetap menunggumu seribu tahun berlalu.
- Majas pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang berlebihan. Contoh Dia turun ke bawah untuk mengambil bukunya.
- Majas eufemisme adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menghaluskan ungkapan. Contoh Meskipun ayahnya berkerja sebagai pramuwisma namun Rita tetap merasa bangga dengan ayahnya.
Memberikan penguatan ekspresi dalam berkomunikasi. Majas yang biasanya digunakan misalnya majas personifikasi, majas metafora, atau majas simile.
- Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusiawi kepada benda mati atau makhluk hidup selain manusia. Contoh Pagi ini matahati tersenyum hangat kepadaku.
- Majas metafora adalah gaya bahasa kiasan yang membandingkan dua objek berbeda secara langsung karena keduanya mempunyai sifat atau bentuk yang sama. Contoh Mereka menangkap tikus berdasi yang dicurigai korupsi uang rakyat.
- Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda secara eksplisit menggunakan kata penghubung seperti : seperti, bagaikan, laksana, umpama, ibarat. Contoh Keduanya selalu berselisih bagaikan kucing dan anjing.
- Memberikan kesan sopan dalam berkomunikasi. Majas yang biasanya digunakan misalnya majas litotes, majas metonimia, majas repetisi.
- Majas litotes adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendahkan atau memperkecil kenyataan. Contoh Sahabatku, terimalah bingkisan kecil ini sebagai tanda terimakasih kami.
- Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan senuah kata atau merek untuk menyatakan suatu hal lain yang memiliki keterkaitan atau hubungan yang erat seperti label tau ciri khas, atau penemu. Contoh Ayah terbang ke Malaysia menggunakan
- Majas repetisi adalah gaya bahasa penegasan yang menggunalan pengulangan kata, frasa, atau klausa dalam kalimat yang sama dengan tujuan untuk memberikan tekanan dan memperkuat makna. Contoh Kalian harus belajar, belajar, dan belajar untuk meraih cita-cita.
Memahami dan Mempraktikkan Majas
Sebenarnya jenis majas ada lebih dari 30 macam. Meski tidak semuanya harus dihafalkan untuk keperluan komunikasi dan pembelajaran, namun setidaknya, kita memahami beberapan untuk tujuan komunikasi. Pemahaman majas diharapkan mampu memperlancar komunikasi kita untuk berbagai tujuan. Setidaknya saat berkomunikasi, tidak terkesan kering dan gersang ungkapan kita. Silakan dicoba! -Dra. Sumi Winarsih, Guru Bahasa Indonesia-