Kata-kata sederhana dan mudah untuk diucapkan. Namun, jika kata-kata itu dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari akan membawa dampak yang luar biasa baik di sekolah, rumah, atau dimanapun kita berada. Kepedulian yang semakin lama semakin luntur menggugah penulis untuk mengangkat tema ini. Banyak hal yang mengakibatkan kita “cuek”terhadap apapun disekitar kita, diantaranya adalah “kurang merasa memiliki”. Kata-kata yang sering kita dengar dikalangan anak-anak di sekolah ketika diingatkan adalah “kan ada petugas kebersihan”, “kan bukan aku yang buang”. Kenapa hal itu terjadi? Salah satunya karena mereka tidak merasa bahwa sekolah adalah miliknya.
Pernah mendengar guru bilang, “Jaga sekolah seperti rumah sendiri”? Itulah inti dari rasa memiliki. Bukan berarti sekolah jadi milik kita pribadi, tapi kita merasa sekolah itu bagian dari diri kita. Jadi, kita jaga, rawat, dan bela nama baiknya tanpa disuruh.
Rasa memiliki di sekolah artinya kamu peduli. Ketika akan melakukan tindakan yang merusak atau merugikan sekolah akan berpikir bahwa yang dilakukan itu akan merusak miliknya sendiri yang nantinya akan digunakan oleh adik-adiknya. Ibarat kita punya barang kesayangan. Pasti kita tidak akan merusaknya. Disentuh orang lain pun akan benar-benar diawasi karena takut rusak. Menjaga nama baik sekolah menjadi keharusan tanpa disuruh karena layaknya kita menjaga nama baik sendiri. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” HR. Bukhari.
Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai wujud peduli kita pada lingkungan, diantaranya buang sampah pada tempatnya, tidak mencoret bahkan merusak fasilitas sekolah, letakkan barang pada tempat seharusnya, matikan lampu saat selesai aktivitas, dan lain sebagainya.
Mengapa kita harus mempunyai rasa memiliki di sekolah? Karena kita butuh sekolah yang nyaman untuk belajar dan beraktivitas. Kelas yang bersih dan wangi, toilet yang bersih, kantin dan tempat ibadah yang bersih membuat kita menjadi nyaman dan betah. Hal ini akan berdampak positif yaitu siswa nyaman belajar, prestasinya menjadi lebih baik, dan siswa akan bangga dengan sekolahnya. Selain itu juga dapat melatih siswa untuk bertanggung jawab.
Banyak cara untuk menumbuhkan rasa memiliki di sekolah, diantaranya, beri kepercayaan pada anak. Anak yang diberi kepercayaan akan merasa dihargai, lalu tumbuh rasa memiliki. Selain itu, mulai dari guru. Guru yang datang tepat waktu, pungut sampah ketika ada sampah yang tidak ditempatnya, hal itu sedang mengajari rasa memiliki tanpa kata-kata. Murid meniru apa yang dilihat, bukan hanya yang didengar.
Sekolah bukan gedung kosong. Ada doa guru, keringat petugas kebersihan, dan mimpi anak-anak di dalamnya. Mari kita miliki rasa memiliki untuk semua warga sekolah, mari kita jaga, kita rawat, kita “openi” kata orang jawa seperti kamu menjaga barang kesayanganmu untuk mewujudkan mimpi anak-anak demi masa depan yang gemilang. Sri Istini, M.Pd.,Guru Matematika SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang.
