
Penerimaan rapor pada semester gasal tahun pelajaran 2024/2025 di SMA Islam Sultan Agung 1 masih mempertahankan model SLC. Model penerimaan rapor SLC (Students Led Conference) adalah model pembagian rapor yang menekankan siswa untuk memimpin pertemuan. Siswa dengan aktif mempresentasikan sendiri perkembangan, pencapaian, tantangan, dan target belajarnya kepada orang tua dan wali kelas.
Sebelumnya siswa diminta untuk membuat portofolio yang berisi kumpulan bukti kegiatan belajar selama satu semester. Portofolio yang dibuat bisa berupa bukti tertulis yang dibukukan atau portofolio digital. Portofolio digital digunakan siswa kelas digital untuk dipresentasikan kepada orang tua dan wali kelas. “Dengan portofolio baik digital maupun cetak, orang tua dapat melihat bukti nyata hasil dan proses belajar di sekolah. Tentunya ini dapat memacu siswa untuk menampilkan hasil terbaiknya.” jelas kepala sekolah saat meninjau proses SLC di kelas X.
Dengan sistim SLC wali kelas bertindak sebagai fasilitator sementara orang tua sebagai pendukung. Keduanya bersinergi menciptakan kolabirasi erat antara orang tua, siswa, dan sekolah. Sebanyak 25 kelas (X, XI, dan XII) menampilkan SLC dengan ciri khasnya masing-masing. Tentunya sesuai kesepakatan siswa dan wali kelas tentang apa dan bagaimana pelaksanaan SLC di kelas.
SLC sebagai sistim penerimaan rapor memiliki beberapa keunggulan antara lain meningkatkan kepercayaan diri siswa, memperkuat kolaborasi, evaluasi lebih komperhensif, dan mendidik karakter siswa. Intinya sistim SLC mengubah penerimaan rapo r dari sekadar pengambilan nilai menjadi momen refleksi mendalam yang dipimpin oleh siswa untuk menunjukkan perjalanan belajarnya. “Saya senang dan terharu dengan model penerimaan rapor seperti ini, saya bisa melihat langsung anak saya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berani, dan mampu presentasi dengan baik. Semoga di semester selanjutnya anak saya lebih termotivasi untuk lebih giat belajar.” ungkap salah satu orang tua siswa kelas X. (LR)

Beri Komentar