![]()
SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang tampak hidup dan penuh warna pada Kamis, 29 Januari 2026, saat sekolah ini menggelar Lomba Tari Dugderan yang diikuti oleh 7 peserta dari SMP/MTs se-Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi seni sekaligus upaya melestarikan budaya khas Semarang kepada generasi muda.
Sejak awal acara, suasana sudah terasa meriah. Para peserta tampil percaya diri dengan kostum khas Dugderan, memadukan gerak tradisional dengan sentuhan kreatif. Sorak penonton dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, menjadikan aula penuh energi positif dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Acara dibuka dengan tarian daerah pesisir Semarangan yang dibawakan oleh siswa SMA Islam Sultan Agung 1, yakni Alya Zahra (kelas XII), Aira (kelas XI), dan Silma (kelas X). Ketiganya berhasil memukau hadirin lewat gerakan lincah, kompak, dan ekspresif yang menggambarkan semangat masyarakat pesisir Semarang. “Penampilan mereka seperti magnet, langsung nyanyi-nyanyi budaya lokal kita,” kata salah satu guru yang hadir. Penampilan ini menjadi pembuka yang pas sebelum para peserta lomba unjuk kebolehan.
Lomba utama pun dimulai dengan semangat tinggi. Ketujuh peserta dari SMP/MTs di Semarang saling adu koreografi dan ekspresi dalam tari Dugderan, tarian khas Semarang yang identik dengan khas Jawa dan etnis Cina. Para juri menilai dari teknik dan keakuratan gerak, kekompakan, kreativitas, ekspresi,sampai kostum yang mencolok kesesuaian dengan tema Dugderan. Setelah seluruh tim tampil, dewan juri menetapkan para pemenang. Juara 1 diraih oleh SMP Al Madina, disusul Juara 2 SMP Negeri 15 Semarang, dan Juara 3 SMP Negeri 8 Semarang.
Wakil Kepala Sekolah SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Ibu Fitriyah, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan harapannya.
“Melalui lomba Tari Dugderan ini, kami ingin mengenalkan sekaligus menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap budaya lokal Semarang. Anak-anak tampil luar biasa, kreatif, dan percaya diri. Semoga kegiatan ini bisa terus menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antar sekolah,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa seni tari bukan hanya soal penampilan, tetapi juga sarana membentuk karakter, kerja sama, dan keberanian siswa.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan vokal spesial dari alumni SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Vanessa, lulusan Psikologi UNISSULA. Suara merdu dengan suara emosional yang bikin bulu kuduk merinding dan pembawaannya yang hangat sukses menciptakan suasana santai dan inspiratif. “Senang sekali bisa kembali ke almamater dan berbagi panggung dengan adik-adik,” ujar Vanessa sambil tersenyum lebar.
Melalui Lomba Tari Dugderan ini, SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang kembali menegaskan perannya sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi seni, budaya, dan karakter generasi muda Kota Semarang. Sampai jumpa di event budaya berikutnya! -Wulan_
