Meluruskan Keliru: antara Huruf Kapital dan Istilah “Kapitil”

Diterbitkan :

Dalam kaidah bahasa Indonesia, penggunaan huruf besar sering kali disebut dengan istilah huruf kapital. Huruf kapital memegang peranan krusial dalam tata tulis karena berfungsi untuk memberikan penekanan, menunjukkan kehormatan, serta menandai awal dari sebuah gagasan dalam kalimat. Tanpa penggunaan huruf kapital yang tepat, sebuah tulisan akan terasa datar, sulit dipahami, dan kehilangan struktur formalnya.

Namun, di tengah masyarakat sering kali muncul istilah “kapitil” yang digunakan untuk merujuk pada hal yang sama. Secara linguistik, kata “kapitil” merupakan bentuk tidak baku atau kesalahan pelafalan (gejala bahasa) dari kata “kapital”. Kesalahan ini biasanya terjadi karena pengaruh dialek lokal atau ketidaktahuan terhadap serapan kata asing yang benar, sehingga menciptakan kerancuan komunikasi bagi pembaca maupun pendengar.

Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang kini telah diperbarui menjadi ejaan bahasa Indonesia dalam KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah yang diakui secara legal dan formal hanyalah “kapital”. Kata ini diserap dari bahasa Belanda kapitaal atau bahasa Latin capitalis yang berarti “kepala” atau “utama”. Oleh karena itu, dalam konteks pendidikan dan administrasi, penggunaan kata “kapitil” harus dihindari agar tetap selaras dengan standar nasional.

Penggunaan huruf kapital sendiri diatur dengan aturan yang sangat spesifik, mulai dari penulisan nama orang, gelar kehormatan, nama geografi, hingga unsur keagamaan. Misalnya, huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa harus menggunakan huruf kapital. Ketepatan dalam menerapkan aturan ini mencerminkan tingkat literasi dan kepatuhan seseorang terhadap norma hukum bahasa yang berlaku di Indonesia.

Sebagai simpulan, perbedaan antara kapital dan “kapitil” bukanlah sekadar perbedaan variasi kata, melainkan perbedaan antara bentuk yang benar secara aturan dan bentuk yang salah (kekeliruan). Untuk menjaga marwah bahasa Indonesia, kita perlu membiasakan diri menggunakan istilah yang baku. Dengan merujuk pada sumber yang valid, kita dapat memastikan bahwa pesan yang disampaikan tidak hanya informatif tetapi juga edukatif.

Lilies Rakhmawati, S.S.,M.Pd., guru bahasa Indonesia SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang.

Pengumuman Lainnya

TENTANG KAMI

Logo

SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG dapat mencetak generasi-generasi yang sukses Dunia dan Akherat. Oleh karena nya bukan hanya tujuan keberhasilan di dunia yang diutamakan namun juga tujuan keberhasilan di akherat sebagai tujuan akhir kehdiupan. Siswa diberikan bekal akademik dan bekal pendidikan agama Islam yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW berdasarkan Alquran dan Hadist.

KONTAK

    0248312631

    +62 896-8258-5200

    opsmaissula1smg@gmail.com

    SMA Islam Sultan Agung 1

Jl. Mataram No.657, Wonodri, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50242