ORAK BEDO ORAK ASIK, PANEN P5 HARI KEDUA

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Budaya serupa busana, dijalin dari untaian-untaian benang yang berbeda.
Budaya serupa kehidupan, selaras napas berbaur darah yang mengalir.
Budaya serupa pelangi, kombinasi warna berbeda dalam bingkai nanindah.

Baca dulu berita sebelum ini ya. Masih dalam kegiatan panen raya P5 SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Kamis 13 Juni 2024. Di hari pertama, terbit judul nguri-uri budoyo, nah dihari kedua ini kombinasi semua tema P5.
Remind lagi apa saja yang tema yang diangkat dalam kurikulum merdeka tahun ini?

1. Bangun Jiwa Raga
Tema ini cukup penting diterapkan. Mengingat bahwa usia pelajar SMA rentan dengan kesehatan mental. Kasus-kasus tentang kesehatan mental yang menyerang remaja bisa dibilang cukup memprihatinka. Bermula dari situlah, tema ini dianggap penting. Fokus pada kasus bullying/perundungan, siswa diajak untuk peka. Dari kepekaan itulah mereka mencoba mengangkat kasus bullying dalam sebuah film pendek. Alhasil terciptalah 19 film pendek karya siswa.

Stand Cinema telah berhasil memberikan ruang yang nyaman untuk menonton kembali film-film tersebut. Good Job untuk tata letak, sound, dan tampilan gambarnya. “Yang paling penting adalah pelajaran apa yang didapat setelah menonton film itu, apakah terjadi perubahan sikap atau tidak. Jika iya, maka bisa dikatakan berhasil.” jelas Bu Upik saat dimintai pendapat setelah berkunjung ke stand cinema.

2. Suara Demokrasi
Tema ini dilaksanakan bertepatan dengan pemilu tahun 2024. Pembelajaran politik memang harus diajarkan sejak dini. Mengajarkan anak-anak untuk memilih pemimpin merupakan sebuah tantangan. Politik uang yang marak terjadi menyebabkan pemimpin yang dipilih pun asal-asalan. “Jangan sampai tidak paham dengan proses demokrasi. Bagaimana cara mengenal calon-calon pemimpin bangsa. Bagaimana proses-proses kebijakan politik di negeri ini. Dan masih banyak lagi.” ungkap Lutfiana selaku penanggung jawab projek Suara Demokrasi.

Kegiatan kunjungan ke DPRD Jawa Tengah, menyaksikan langsung rapat dewan, membaca buku-buku hasil pengambilan keputusan, merupakan beberapa kegiatan di tema ini. Nah, di panen karyanya anak-anak disuguhkan dokumentasi proses atau tahapan pemilihan umum. “Saya langsung paham ketika masuk di stand suara demokrasi, serasa mau nyoblos di TPS.” ungkap siswa setelah berkunjung ke stand suara demokrasi.

3. Kebhinekaan
Ini ni tema yang sangat bisa digunakan untuk panen raya. Tema kebhinekaan memang erat dengan tampilan. Entah itu budaya berupa tarian, nyanyian, fashion baju adat, dan atau drama tradisional. Tapi kebhinekaan yang diangkat dalam tema ini dibuat cakupannya hanya Jawa Tengah. Mengapa? Karena setelah dilakukan observasi, siswa kurang paham tentang wilayahnya sendiri. Sebagian besar siswa menganggap Jawa Tengah itu hanya Semarang dan sekitarnya. “Ketika ditanya , tahu ndak kalian budaya samin? Mereka bingung, Samin itu apa bu? Minyak ya?” ungkap Pak Irfan dengan sedikit tertawa.

Pengenalan budaya Jawa Tengah pada tema ini dibuat cukup kontekstual. Artinya siswa diajak untuk terjun langsung melihat budaya Jawa Tengah dalam miniatur. Dipilih Puri Maerokoco sebagai tujuan observasi. Selain itu ditambah dengan berkunjung ke museum Ronggowarsito sebagai tambahan referensi. “Ada tambahan hiburan juga lho, naik bus tingkat keliling Semarang.” ungkap siswa dengan gembira.

Panen karya nan menawan pada tahun ini diharapkan mampu menjadi pembelajaran yang berharga sekaligus menyenangkan. “Ada atau tidak panen raya sebenarnya tidak masalah. Tapi jika sekolah mampu untuk menyelenggarakan sangat bagus. Panen raya merupakan ajang unjuk prestasi, unjuk diri, dan unjuk karya. “Saya sangat senang dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Siswa kelas X dan XI, para fasilitator, wali kelas dan tak lupa kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Semoga P5 tahun depan bisa lebih baik dan lebih meriah.” tegas Pak Rohim selaku ketua projek.

Rak Bedo Rak Asik,
Tambah Bedo Tambah Kuat,
Kurang Bedo Kurang Menarik.

Siswa SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang kuat jiwa dan raga
Siswa SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang melek demokrasi
Siswa SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang berbudaya. (LR)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

TENTANG KAMI

Logo

SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG dapat mencetak generasi-generasi yang sukses Dunia dan Akherat. Oleh karena nya bukan hanya tujuan keberhasilan di dunia yang diutamakan namun juga tujuan keberhasilan di akherat sebagai tujuan akhir kehdiupan. Siswa diberikan bekal akademik dan bekal pendidikan agama Islam yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW berdasarkan Alquran dan Hadist.

KONTAK

    0248312631

    opsmaissula1smg@gmail.com

    SMA Islam Sultan Agung 1

Jl. Mataram No.657, Wonodri, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50242